Refresh K13

Tulungagung – Untuk meningkatkan pemahaman dan pendalaman tentang Kurikulum 2013 (K13) pada hari Sabtu, tanggal 22 Desember 2018, bertepatan dengan Hari Ibu, dilaksanakan Refresh K13, Penguatan dan Inovasi. Kegiatan itu dilaksanakan secara intern, dengan pemateri teman sebaya yaitu Bpk. Moh. Ansori, M.Pd.I (Kepsek SDI BA), dan Ibu Latifatul Qolbiyah, S.Pd.SD, salah satu guru SDI BA yang telah menyandang sertifikat sebagai Instruktur Nasional (IN) penerapan K13.

Kegiatan diawali dengan prolog yang berisi alasan dilaksanakannya kegiatan itu oleh kepala sekolah. Selanjutnya para peserta mendapatkan pencerahan dari Direktur Lembaga Pendidikan Bayanul Azhar Bpk. Drs. Atim, M.Pd.I. Dalam pengarahannya, direktur menjelaskan bahwa sekolah ini didirikan dengan visi terwujudnya peserta didik yang berakhlakul karimah, cerdas, dan trampil. “Secara historis, sekolah ini memiliki keunikan tersendiri, yang ternyata menjadi daya tarik bagi LP Ma’arif Jawa Timur, untuk memilihnya sebagai sekolah unggulan, yang mendapatkan prioritas dan perhatian dari LP Ma’arif Jatim. Oleh karena itu, sekolah ini kemudian menerapkan program sekolah internasional, yaitu International Class Program (ICP) yang bekerjasama dengan SD Lab UM Malang dan Cambridge University. Oleh karena itu, tolong keunikan ini dirawat dan dijaga, bahkan dikembangkan, sehingga ciri khas utama sekolah ini tidak hilang ditelan zaman.” Pesan Bpk. Drs. Atim, M.Pd.I dalam pengarahannya.

Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan membahas Materi I, yaitu pengenalan pembuatan soal HOTS (High Oder Thinking Skill). “Soal tipe HOTS tidak selalu sulit, tetapi berada pada rannah pikir yang tingkat tinggi. Soal-soal jenis HOTS ini sangat diperlukan, dalam pelaksanaan K13. Agar siswa dapat memiliki kompetensi berpikir kritis dan pemecahan masalah, cakap berkomunikasi, kratif dan inovatif, serta dapat berkolaborasi atau bekerjasama dengan berbagai pihak. Empat kecakapan itu, merupakan kecakapan yang harus kita persiapkan untuk anak didik kita, di abad ke 21 atau era Revolusi Industri 4.0 ini”, jelasnya. “Lebih lanjut, melalui soal-soal yang bertipe HOTS tersebut, kita dapat memulai untuk memberikan kecakapan itu”, imbuhnya.

Flag Parade : memberikan wadah untuk berkreasi dan inovasi.

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Latifatul Qolbiyah, S.Pd.SD, yang me-refresh pengertian SKL, KI, KD dan Indikator Pembelajaran, serta memperdalam penerapan pembelajaran saintifik. “SKL adalah Standar Kompetensi Lulusan, yang mana standar itu merupakan sesuatu yang menjadi target kita, pada saat siswa-siswi kita nanti lulus. Sedangkan KI adalah kompetensi inti, yang meliputi kompetensi spiritual (KI 1), kompetensi sosial (KI 2), kompetensi pengetahuan (KI 3), dan kompetensi ketrampilan (KI 4). KI adanya pada individu siswa, sehingga penilainnya mengacu pada kemampuan seorang siswa dalam bidang-bidang tersebut. Selanjutnya adalah KD (Kompetensi Dasar). KD adanya pada muatan bidang studi. Sehingga, setiap muatan pelajaran memiliki KD, bahkan memilik beberapa KD. Nah, terakhir adalah indikator. Indikator ini merupakan petunjuk ketercapaiannya KD yang telah ditetapkan.” Jelas Bu Latif berkaitan dengan hal ini.

Lebih lanjut, Bu Latif juga menjelaskan kembali dan memberikan clue bagaimana menerapkan pendekatan pembelajaran saintifik di kelas. Sayangnya, waktu telah habis dan peserta telah lelah sehingga pendalaman pendekatan saintifik menjadi tidak maksimal. Hanya saja, narasumber instruktur nasional ini menjelaskan, “fase mengamati pada saintifik, tidak harus melihat, bisa jadi mendengar, membau, merasakan, dan sebagainya. Dan, fase pengumpulan data, bisa jadi menjadi kegiatan “mencoba”, sehingga penerapannya di lapangan bisa sangat inovatif dan variatif.” jelasnya sambil menutup acara. (ans)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *