Mengapa Sekolah di Bayanul Azhar

Lembaga pendidikan di lingkung Yayasan Pendidikan Islam dan Dakwah (YPID) Bayanul Azhar terdiri dari Kelompok Belajar KB) Islam, Taman Kanak-Kanak (TK) Islam, Sekolah Dasar Islam (SDI), Madrasah Diniyah (Madin) Salafiyah, dan pada tahun ajaran 2019/2020 akan didirikan lembaga baru yaitu SMP Islam. Pada saat yang sama akan didirikan Pondok Pesantren (Ponpes). Semua lembaga tersebut, berada pada satu naungan yaitu Yayasan Pendidikan Islam dan Dakwah Bayanul Azhar.

Di lembaga-lembaga ini, diterapkan beberapa kurikulum yang saling mengisi antara satu dengan yang lainnya. Di SD Islam misalnya, diterapkan Kurikulum Nasional (Kurnas) yaitu Kurikulum 2013. SD Islam Bayanul Azhar sendiri merupakan salah satu sekolah rintisan pelaksana Kurikulum 2013 dimana sekolah ini melaksanakan pembelajaran dengan Kurtilas (K13) sejak tahun 2013. SDI Bayanul Azhar adalah salah satu diantara 16 sekolah terpilih di Kabupaten Tulungagung, dan merupakan satu dari 2 sekolah swasta yang ditunjuk pemerintah sebagai sekolah rintasan pelaksana Kurikulum 2013.

SD Islam Bayanul Azhar juga menerapkan program pembelajaran Madrasah DIniyah (Madin) yang mengacu pada pelajaran madrasah diniyah salafiyah ala pondok pesantren. Pelajaran-pelajaran seperti fiqh, akhlak, tauhid, tajwid, dan sebagainya, diajarkan dengan menggunakan kitab-kitab klasik pondok pesantren, yang menggunakan “makno gandul” dan Arab “pegon”. Karakteristik pondodk pesantren diupayakan dapat diterapkan di sekolah ini, sehingga meskipun sekolah ini adalah sekolah formal, tetapi nilai-nilai tawadu’, akhlakul karimah, dan karakteristik pondok pesantren lainnya.

Istimewanya, di sekolah ini juga menerapkan program International Class Program (ICP) sebagai salah satu program unggulan yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa, sekaligus pemahaman akan matermatika dan sain dengan penyajian berbahasa Inggris. Program ini pelaksanaannya dibawah bimbingan dari Teacher Training Education Development Institute (T2EDI) Malang, yang menggunakan materi dan sistem penilaian Cambridge International Examination (CIE). Pada akhir program, para siswa dapat turut serta dalam Check Point dan mendapatkan laporan hasil test dari Cambridge University.

Di sekolah ini juga diterapkan pembiasaan-pembiasaan untuk menguatkan penerapan akhlakul karimah dan kebiasaan menjalankan syariat agama Islam seperti sholat berjamaah, sholat dhuha, tartil al Quran, hafalan surat-surat dalam Juz 30, hafalan materi fiqh dan aqidah, asmaul husna dan sebagainya. Penguatan bahasa Inggris dan bahasa Arab diterapkan dengan cara meningkatkan hafalan “mufrodat” dan vocabularies, sehingga “modal” berbicara dalam kedua bahasa tersebut dapat ditingkatkan. Ketersediaan perpustakaan yang memadai juga merupakan penunjang untuk peningkatan literasi siswa. (ans)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *