Guru Inspiratif yang Dirindukan

Hidup adalah belajar. Kita dapat belajar dari siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Bahkan hal-hal sederhana bisa menjadi sumber belajar kita, menjadi pemicu dalam melakukan tindakan yang mungkin selama ini belum pernah kita lakukan. Bersama para petani di desa, kita dapat belajar kesederhanaan, kerja keras, dan kegotongroyongan para petani. Bersama para buruh pabrik, kita dapat belajar kedisiplinan dan kerja keras, serta komitmen yang kuat terhadap perusahaan tempat kita bekerja, dan seterusnya.

Suatu saat seseorang sedang berada di warung untuk mencari sarapan. Ia melihat seseorang lain yang telah selesai makan dan bingung mencari sesuatu untuk melepaskan sisa makanan yang terjepit diantara gigi-giginya. Ia kebingungan sambil tetap berusaha menyisihkan sisa makanan dengan minum dan menggerak-gerakkan ujung lidahnya. Dan sampai orang itu meninggalkan warung, tetap saja ia tidak bisa melepaskan sisa makanan dari giginya. Entah, apa yang kemudian ia lakukan kemudian ia tidak tahu.

Peristiwa itu, menginspirasinya untuk membuat tusuk gigi. Ia tahu bahwa setiap selesai makan banyak orang membutuhkan sesuatu untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dari sela-sela giginya. Tidak semua orang memiliki gigi utuh dan baik sehingga tidak terselip sisa makanan diantara gigi-ginya. Oleh karena itu perlu ketersediaan tusuk gigi di setiap tempat makanan, baik di warung, restoran, kafe, atau bahkan ruang makan di rumah.

Gambaran di atas merupakan salah satu contoh dari inspirasi. Inspirasi adalah hal-hal yang dapat menjadi pemicu seseorang untuk melakukan sesuatu. Inspirasi bukan motivasi, tetapi dapat menimbulkan motivasi. Inspirasi cenderung menjadi sumber ide saja, setelah itu pekerjaan motivasi untuk meneruskannya.

Seorang guru di sekolah, juga harus dapat menjadi inspirator. Ia tidak saja berkesempatan menjadi inspirator pasif, tetapi juga aktif. Seorang guru harus dapat membuka wawasan dan cara berpikirnya, sehingga ia dapat menerima masukkan dari luar secara terbuka. Ia juga harus kreatif baik dengan mengkreasikan sesuatu dari yang ada atau membuat hal-hal baru yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para siswanya. Beberapa hal berikut dapat dilakukan guru sebagai modal menjadi guru inspirator :

Guru inspiratif adalah guru yang terbuka dan membuka wawasan bagi muridnya maupun dirinya sendiri. Membuka wawasan bagi dirinya sendiri, guru yang terbuka dengan berbagai pemikiran baru dan cara-cara baru untuk mensukseskan tugasnya mengajar. Dan guru inspiratif juga membuka wawasan baru bagi muridnya dan secara sungguh-sungguh memfasilitasi kesuksesan siswanya dalam belajar.

  1. Mengajar dengan perencanaan yang terbuka, dapat mengadaptasi berbagai konteks untuk mendekatkan siswa pada sumber belajar yang sebenarnya.
  2. Menghadirkan kehidupan nyata dalam pembelajaran di kelas, sehingga siswa masuk pada ranah pikir konkrit.
  3. Menggunakan berbagai metode dan pendekatan dalam melaksanakan pembelajaran, menyesuaikan dengan materi pembelajaran serta situasi dan kondisi kelas.
  4. Bersikap demokratis, terbuka, dan menciptakan suasana kekeluargaan di kelas.
  5. Berusaha melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan, baik dengan cara penataan lingkungan kelas yang variatif, mengajar penuh humor, dan berpenampilan menarik.
  6. Menempatkan siswa sebagai “teman” dalam pembelajaran tetapi tetap membuat jarak yang tepat dengan siswa agar siswa dapat tetap menghormatinya sebagai guru.
  7. Menggunakan media pembelajaran yang variatif sesuai konteks pembelajaran.

Seorang guru inspirator seharusnya juga meningkatkan pengalaman belajarnya. Dalam artian, seorang guru yang baik juga harus merupakan pembelajar yang baik. Ia banyak membaca menimba ilmu dari berbagai sumber, sehingga “cerita-cerita” di kelas yang disampaikan pada siswa menjadi menarik.

Dengan begitu, ia akan menjadi guru yang dinantikan kehadirannya. Para siswa akan merasa kehilangan ketika guru tidak hadir, dan bukan sebaliknya para siswa akan bersyukur ketika sang guru tidak masuk sekolah. Guru inspirator adalah guru yang dirindukan kehadirannya oleh para siswa, karena dengan guru itu para siswa dapat belajar dalam keadaaan bahagia.