Guru Kreatif dan Pembelajaran Efektif

Efektifitas suatu kegiatan dapat diukur dari apakah kegiatan itu dapat mencapai tujuan yang ditetapkan atau tidak. Artinya efektivitas merupakan ukuran pencapaian tujuan sebagai hasil dari atau efek dari suatu kegiatan yang dilakukan (Rahmawati and Suryadi, 2019). Seberapa persentase efektifitas suatu kegiatan, dapat juga dihitung dari berapa persen keberhasilan para siswa berhasil mencapai tujuan kegiatan.

Efektifitas pembelajaran dapat diukur dari keberhasilan siswa mencapai tujuan yang ditetapkan oleh guru. Pada saat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru telah menetapkan tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan evaluasi untuk menentukan sebera besar tujuan pembelajaran yang telah ditatapkan. Oleh karena itu, sepatutnya setiap akhir pembelajaran guru sudah dapat mengetahui seberapa besar tingkat efektifitas pembelajaran yang dilaksanakan.

Suryabrata (2002) mengemukakan sejumlah faktor yang mempengaruhi efektivtas belajar yaitu 1) faktor dari dalam diri siswa, meliputi a) faktor psikis seperti IQ, kemampuan belajar, motivasi belajar, sikap, perasaan dan minat; b) faktor fisiologis dibagi menjadi dua juga yaitu keadaan jasmani pada umunya dan keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. 2) Faktor dari luar diri siswa meliputi tiga aspek yaitu a) Faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum, pengajaran, disiplin sekolah, fasilitas belajar, pengelompokan siswa; b) Faktor sosial di sekolah seperti sistem sekolah, guru dan interaksi siswa; c) Faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi, keadaan tempat serta lingkungan.

Dari pendapat di atas, dapat diketahui bahwa guru merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan aktivitas belajar. Bahkan guru dapat menjadi penentu apakah sebuah pembelajaran dapat berjalan secara efektif atau tidak. Mengapa? Karena guru adalah leader dan manajer di kelas yang dapat menata, mengatur, bahkan menciptakan situasi pembelajaran dan lingkungan belajar yanga baik dalam melaksanakan pembelajaran.

Guru yang kreatif dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Dengan kemampuannya guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan. Guru juga dapat menetapkan strategi dan pendekatan yang sesuai dengan situasi dan kondisi dimana ia mengajar. Bahkan, guru dapat menggerakkan kelas agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman. Seperti, guru dapat menggerakkan anak-anak untuk menata kelas yang bersih, rapih, indah, dan menarik.

Fasilitas belajar merupakan salah satu hal yang dibutuhkan untuk mencapai efektifitas belajar. Namun guru yang kreatif dapat menggunakan fasilitas yang ada, sehingga tidak mensyaratkan adanya fasilitas yang “lebih”, untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Guru-guru kreatif dapat menciptakan media pembelajaran dari barang bekas. Guru dapat membimbing siswa untuk membuat media pembelajaran dari botol bekas yang mana pada saat yang sama guru mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, membimbing siswa untuk recycle sampah, dan mengajarkan ilmu pengetahuan alam.

Sebagai contoh, pada saat mengajarkan materi pelajaran IPA khususnya pembangking listrik tenaga angin guru dapat mengajak siswa untuk membuat kincir angin dari botol bekas. Kegiatan ini mengajarkan tiga hal utama yaitu menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan botol bekas dengan mendaur ulangnya menjadi kincir angin, dan mengajarkan mata pelajaran IPA berupa alat-alat yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik tenaga angin. Dengan demikian pembelajaran itu sudah dapat diindikasika memenuhi beberapa kriteria, yaitu active learning, student centered, dan karya nyata.

Dapat disebut active learning karena pembelajaran itu membuat siswa menjadi aktif, tidak hanya berfungsi sebagai pendengar atau pengamat saja. Dapat dikatakan sebagai pendekatan student centered karena kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa, yaitu siswa yang banyak berperan dalam kegiatan pembelajaran. Dan, dapat disebut karya nyata karena setelah pembelajaran siswa dapat menghasilkan karya nyata berupa kincir angin dari bahan botol bekas.

Peran guru sangat dominan dalam pembelajaran sehingga kreativitas guru dalam melaksanakan tugasnya sangat diperlukan. Guru yang kreatif dapat menggunakan banyak hal untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, agar siswa bisa memperoleh pembelajaran yang bermakna. Guru merupakan penjamin dilaksanakan pembelajaran yang efektif.