Mengirimkan Pesan Nasionalisme Melalui Lagu

Menyanyi adalah aktivitas yang menyenangkan. Hampir semua orang suka menyanyi. Entah bisa atau tidak, suaranya bagus atau hancur, fals atau tidak, pokok-e nyanyi. Besar kecil, tua muda, apalagi anak-anak, hampir semuanya suka atau paling tidak sesekali pernah menyanyi, termasuk menyanyi di kamar mandi. Ada yang suka lagu-lagu ndangdut, sehingga semua lagu di dangdutkan. Ada yang suka lagu-lagu pop, sehingga lagu rock pun bisa menjadi syahdu dan melankolis, dan seterusnya.

Salah satu upaya yang digunakan oleh founding fathers untuk membangkitkan nasionalisme adalah dengan menyanyi. Lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan salah satu produk yang sengaja diciptakan untuk mempererat dan menguatkan ratusan suku di Nusantara sebagai satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Melalu lagu kebangsaan itu, para pemimpin bangsa menyentuh hati seluruh komponen bangsa, untuk mencintai tanah air Indonesia.

Lagu-lagu perjuangan seperti Hari Merdeka, Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar, Bambu Runcing, dan lain-lain, merupakan lagu-lagu yang dimaksudkan untuk menggugah semangat anak-anak bangsa untuk bersama-sama berjuang melawan penjajah. Kecintaan dan kebanggan terhadap tanah air Indonesia dilukiskan dalam lagu Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dan lain-lain. Sementara penghargaan terhadapa para pejuang kemerdekaan diwujudkan dalam lagu-lagu seperti Gugur Bunga, Sepasang Mata Bola, Ibu Pertiwi, dan lain-lain.

Para musisi tahun 90 an juga tidak kalah dalam berupaya meningkatkan nasionalisme anak bangsa. Lagu Kebyar-Kebyar karya Gombloh di tahun 90-an merupakan salah satu lagu yang sangat terkenal dan menyentuh hati. Para musisi kekinian seperti kelompok muski Coklat menciptkan lagu Bendera dengan tujuan yang sama. Sementara kelompok musik Netral merilis lagu Garuda di Dadaku untuk memacu semangat pejuang para “prajurit” di lapangan olah raga. Dan banyak lagu-lagu lainnya yang memiliki misi yang sama.

Setiap tahun, untuk tujuan peringatan Hari Ulang Tahun RI, Kementrian Pendidikan melalui Kantor-Kantor Dinas Pendidikan di semua wilayah, mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indoensia. Salah satunya adalah lomba menyayikan lagu-lagu perjuangan atau lagu wajib nasional. Mengapa?

Lagu merupakan media yang dapat menyentuh hati siapa saja yang menyukainya. Melalui syair-syair yang berkualitas dan melody yang menyentuh, orang yang menyanyi atau hanya mendengar akan dapat menerima pesan lirik lagu dengan baik. Nasionalisme dan nilai-nilai karakter lainnya dapat meresap ke sanubari ketika disampaikan lewat lagu. Bahkan para ulama khususnya Wali Songo sering menggunakan lagu atau tembang untuk berdakwah. Terbukti, kemajuan dan perkembangan Islam yang pesat hampir di seluruh wilayah Nusantara.

Bagi anak-anak, lagu juga merupakan metode yang tepat dalam pembelajaran. Melalui lagu anak-anak dengan mudah dapat menghafalkan banyak hal, termasuk materi-materi keagamaan seperti nama-nama nabi dan rosul, sifat-sifat Allah, asmaul husna, sholawat, dan sebagainya. Pelajaran bahasa Inggris dengan begitu banyak kosakata juga akan dengan mudah diajarkan menggunakan lagu. Melalui lagu, berbagai pesan dapat tersalurkan dengan cepat dan mudah, tanpa ada ketegangan, bahkan kita dapat menyampaikan materi pelajaran dalam kebahagiaan. Termasuk di dalamnya, pesan cinta tanah air juga akan lebih mudah tersampaikan melalui lagu.