Archives November 7, 2020

Essensi Memperingati Maulid Nabi

اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَاالضَالِّيْنَ اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ اَلْمَالِكُ الْحقُّ الْمُبِيْنُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًارَسُوْلُ الله صَادِقُ الْوَعْدِ الْاَمِيْنِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا محمدٍ فِى الْاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ فِى اْلاَخِرِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوااللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Kaum Muslimin, Jamaah Jum’ah rohimakumullah

Mengawali khutbah pada hari ini, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah Swt, yaitu dengan menjalankan semua perintahNya, dan menjauhi semua larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa sajalah, kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak.

Kaum muslimin, yang saya muliakan.

Hari ini, kita masih berada di bulan Rabiul Awwal tahun 1442 H, tepatnya tanggal 13 Robiul Awwal 1442H. Kemarin, tepat tanggal 12 Robiul Awwal, merupakan hari penting dan bersejarah, yaitu hari peringatan Maulid Nabi Muhamamd Saw. .

Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw bukanlah “ibadah baru”, tetapi merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kecintaan kita,  mahabbah kita, kepada Nabi Muhammad Saw. Dengan harapan, dengan meningkatnya mahabbah kita itu, kita akan diakui sebagai umat Nabi Muhamad Saw, dan kelak akan mendapatkan syafaat beliau di yaumul qiyamat.

Kaum muslimin rohimakumullah…

Selain itu, maulid juga dimaksudkan agar umat Islam, mengingat kembali perjuangan rosulullah Muhammad Saw. Sehingga, kita dapat mencontoh perjuangan dan strategi beliau, dalam menciptakan kehidupan dunia yang Islami, peradaban yang tinggi, yang penuh dengan rahmat dan ridlo dari Allah Swt. Dalam al Quran Allah Swt berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al Ahzab : 21)

Kaum muslimin rohimakumullah…

Nabi Muhammad Saw, bukan hanya diutus untuk kalangan bangsa Arab saja, atau untuk kalangan umat Islam saja, namun beliau diutus untuk seluruh manusia, bahkan untuk alam semesta. Sebagaimana dijelaskan dalam al Qur’an Surat as-Saba’ ayat 28:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. As-Saba’[34]: 28).

Prof KH Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, bahwa menurutya bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ bukan sekadar membawa rahmat bagi seluruh alam namun justru kepribadian beliau lah yang menjadi rahmat. Begitu mulianya sifat Rasulullah Muhammad sehingga Allah menyebutkan dengan pujian yang sangat agung. Dalam Surah al Qalam ayat 4 :

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Kemuliaan sifat Rasulullah tercermin dalam cara beliau berdakwah. Sehingga Islam dikenal sebagai agama yang mengajarkan kepada kemaslahatan dunia dan akhirat.

Usman Abu Bakar dalam bukunya Paradigma dan Epistimologi Pendidikan Islam (2013: 65) memahami pengertian rahmat pada diri Rasul adalah ajaran tentang persamaan, persatuan dan kemuliaan umat manusia, hubungan sesama manusia, hubungan sesama pemeluk agama, dan hubungan antar agama.

Rasulullah mengajarkan untuk saling menghargai, saling menolong, menjaga persaudaraan, perdamaian, dan sebagaianya. Lebih dari itu, Rasulullah juga mengajarkan etika terhadap binatang. Sehingga dalam melakukan sembelihan binatang pun diajarkan cara-cara yang maslahat dan tidak menyakiti binatang.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah…

Para sahabat, mengajarkan dan menunjukkan kepada kita, betapa kecintaan mereka terhadap rasulullah Saw begitu luar biasa. Lihatlah, ketika Ali bin Abi Thalib, rela menggantikan rasulullah, pada saat kaum Quraish telah mengepung dan hendak membunuh rasulullah. Lihatlah pula, betapa ketika semua orang belum meyakini peristiwa Isra’ dan Mi’raj, maka Abu Bakar Ash Shidiq, dengan tanpa ragu-ragu, mempercayai peristiwa itu pertama kalinya. Dan lihatlah, betapa Umar bin Khatab, begitu marah pada semua orang, dan bahkan mengancam siapa saja, yang menceritakan tentang wafatnya Nabi Muhammad Saw. Bahkan, sahabat Umu Sulaym mengumpulkan keringat Rasulullah dan diabadikannya.  Semua itu menunjukkan, kecintaan para sahabat, kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Kaum muslimin rohimakumullah…

Bagi kita kaum muslimin pada saat ini, yang hidup terpisah dengan jarak ruang dan waktu, melebihi 1400 tahun lamanya dan ribuan kilometer jaraknya, cara mencintai rosulullah agar kita juga dicintai oleh beliau adalah sebagai berikut:

  1. Sering membaca sholawat, sebanyak-banyaknya, kapan saja, dan dimana saja, sehingga dihati sanubari kita, tetap tersambung dengan Nabi Muhamamd Saw. Sekali kita membaca sholawat untuk Nabi,  maka 10 rahmat akan diturunkan Allah Swt, untuk kita semua. Dalam sebuah hadist nabi diceritakan :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim) [No. 408 Syarh Shahih Muslim] Shahih.

  • Mempelajari dengan seksama, semua ajaran Rasulullah Saw, sehingga kita dapat melaksanakan syariat Islam, dengan sebaik-baiknya. Mempelajari Islam harus dengan guru yang tepat dan bersanad, tidak serampangan, tidak asal comot, tidak membabi buta, tetapi harus dengan guru yang kapabel dan dapat dipercaya.
  • Menunjukkan pada masyarakat, akan kemuliaan akhlak seorang muslim, karena puncak ajaran rasulullah adalah akhlak mulia. Orang di luar Islam, tidak akan membaca al Qur’an dan Hadist, tetapi akan membaca Islam, dari akhlak kita sebagai muslim. Mari kita jaga akhlak mulia kita, agar orang lain tahu, betapa indah dan mulianya ajaran Islam.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu bershalawat dan menjalankan sunnah Rasulullah sebagai bukti cinta kita. Dan kita semua akan mendapatkan cinta dan syafaat dari beliau Rasulullah Muhammad ﷺ, amiin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَجَعَلَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاِت وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ هُوَ البَرُّ التَّوَّابُ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ. أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣) ـ 

 وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرّاحِمِيْنَ

Khutbah ke-2

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ

 اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Optimalisasi Minat Baca

Semangat literasi mulai kembali mencuat. Sekolah-sekolah, kelompok masyarakat, organisasi profesi, dan kelompok-kelompok lainnya mulai memperhatikan pentingnya literasi. Hal ini sebagai salah satu bentuk kesadaran bersama bahwa minat baca bangsa Indonesia sangat rendah dibanding negara-negara lainnya.

Sebagaimana dilansir pada https://www.konde.co/2020/03, menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca! Ini merupakan jumlah yang mengecewakan karena artinya masih kecil budaya membaca orang Indonesia. Riset yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked, dilakukan oleh Central Connecticut State University, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Padahal kalau dilihat di pameran-pameran buku, selalu ramai dikunjungi oleh banyak anak yang antusias membaca.

Meskipun, seseorang pernah bertanya, apa tolok ukur menakar minat baca yang digunakan oleh UNESCO? Apakah fokus pengukuran minat baca hanya terbatas pada pengukuran minat baca seseorang pada buku saja? Bagaimana dengan para santri di pondok pesantren yang hampir 24 jam menelaah kitab-kitab klasik berbahasa Arab yang mungkin sekali tidak dapat dibaca bahkan oleh serveyer dari UNESCO? Bagimana dengan ibu-ibu jamaah Yaasin dan Tahlil, atau orang-orang Islam yang tiap hari membaca Al Qur’an? Apakah itu tidak termasuk dalam tingginya minat baca?

Penyebab Rendahnya Minat Baca

Salah satu yang menyebabkan rendahnya minat baca adalah kurangnya buku bacaan yang menarik. Selama ini para siswa menganggap buku hanyalah buku pelajaran, buku paket, atau bahkan lembar kerja siswa. Buku-buku cerita tentang sejarah, komik-komik yang menguatkan karakter, buku ilmu pengetahuan tidak banyak ditemui di kamar-kamar siswa. Anak-anak sekarang lebih cenderung fokus pada gadget mereka untuk mendapatkan informasi. Apalagi banyak mesin pencari yang memudahkan mereka mencari jawaban pertanyaan atau tugas dari guru. Selebihnya, waktu mereka habiskan untuk bermain game atau menonton video.

Para ibu mereka juga tidak mencontohkan kebiasaan membaca yang baik. Menonton televisi dengan isian sinetron, telenovela, film televisi, musik, dan sebagainya masih lebih menarik daripada membaca buku. Bahkan, sekarang ini, hampir di semua rumah, sering kali kita lihat orang tua dan anak-anaknya saling berdiam meskipun berada di ruang yang sama karena sama-sama khusuk memperhatikan handphone mereka.

Upaya Meningkatkan Minat Baca

Untunglah akhir-akhir ini kesadaran pemerintah untuk meningkatkan minat baca semakin tinggi. Meskipun masih terbatas pada formalitas gerakan, paling tidak sudah ada pencanangan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang tentunya diikuti dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dimana, para guru dan kepala sekolah berkewajiban merancang program penguatan literasi siswa dalam upaya meningkatkan minat baca tersebut.

Alhasil, si sekolah-sekolah, sudut-sudut literasi mulai dibuat di sudut kelas. Anak-anak SMP dan SMA sudah mulai banyak membuat pondok literasi. Berbagai kompetisi berkaitan dengan membaca dan menulis mulai banyak di gelar. Pelatihan-pelatihan menulis juga mulai banyak diadakan sehingga upaya untuk meningkatkan minat baca dan menulis sudah mulai menggeliat.

Pemerintah juga mulai menerbitkan banyak buku yang kemudian dibagi gratis dalam bentuk e-book. Buku-buku cerita anak (cernak) dengan gambar yang cantik dan full color dapat diakses dengan mudah dan gratis di https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/category/modul-gls/page. Selebihnya di situs yang sama di laman yang berbeda kita juga dapat memperoleh bahan bacaan bertajuk modul Gerakan Literasi Keluarga (GLK) dan modul Gerakan Literasi Masyarakat (GLM). Semuanya berupa e-book dan gratis.