Menulis Tema Apa?

Salah satu hal mudah tapi kadang sulit dilakukan oleh seorang penulis pemula adalah menentukan tema yang akan ditulis. Padahal, bagi seorang profesional tema dapat ditemukan dimana saja. Semua sisi kehidupan kita mulai bangun tidur, bekerja, belajar, bersosialisasi, semua bisa menjadi tema. Di dalam tema-tema itu kisa bisa menemukan sub tema yang lebih spesifik dan kita akan lebih mudah memfokuskan diri.

Ketika pagi menjelang, matahari bersinar cerah di ufuk timur. Udara segar membuat suasana menjadi bersemangat. Pada situasi seperti itu, kita dapat menemukan tema “semamgat pagi untuk bekerja dan belajar”. Selanjutnya, ketika agak siang, dimana matahari hari bersinar terik dan suasana sangat panas, kita juga akan menemukan tema lain, misalnya “segarnya es cendol di ujung pasar”.

Demikian juga ketika malam datang, diiringi hujan dan angin yang sangat lebat, dan listrik padam, maka kita pasti akan menemukan tema lainnya, misalnya “para pahlwan di tengah hujan”, yaitu yang menceritakan petugas PLN yang berjibaku menyalakan listrik. Dan….., tentubanyak lagi lainnya.

Apa itu tema?

Seperti dilansir dalam apaitu.net, yang dimaksud tema adalah bagian tidak nampak, suatu ide pokok atau konsep pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Pada setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen, puisi, novel, karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah pondasinya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.

Namun, tema besar tentu tidak cukup. Masih sangat terlalu luas untuk memulai sebuah tulisan pendek yang mungkin hanya terdiri dari lima paragaraf. Maka, kita dapat mencari sub tema, bahkan sub temanya sub tema, agar tulisan pendek kita lebih fokus.

Tema buah-buahan merupakan tema yang sangat luas. Akan lebih mudah kalau kita menulis tentang pisang, sebagai sub tema buah-buahan. Lalu, dari sub tema pisang itu, kita tinggal menguraikan : dari mana asal buah pisang, apa kandungan isi buah pisang, apa manfaat buah pisang, apa saja olahan dari buah pisang, dan mungkin bagaimana cara budidaya buah pisang.

Contoh lain tema seni. Sekali lagi, tentu akan sangat luas membicarakan seni. Maka akan lebih mudah, menuliskan tentang seni suara. Untuk lima paragraf, kita akan lebih mudah menuliskan tentang sub tema seni suara dengan menjelaskan bagian-bagian dari seni suara, seperti nada, irama, lagu, jenis-jenis alat musik, jenis-jenis musik, musisi terkenal, lagu asli Indonesia, dan seterusnya. Mudah kan?

Secara garis besar, tema dibagi menjadi dua bagian besar, tema pendek dan tema panjang. Tema pendek seperti percintaan, perjuangan, persahabatan, pendidikan, agama, dan lain-lain. Sedangkan tema panjang seperti “semangat menulis untuk mencapai keberhasilan”, atau “motivasi belajar menulis untuk mengabadikan karya”, dan lain-lain. (ans)