Komitmen dan Konsistensi Menulis

Komitmen adalah modal utama dalam menjalankan suatu aktivitas. Artinya, keberhasilan dalam meraih satu tujuan tidak bisa lepas dari komitmen untuk menjalankan aktivitas itu. Meskipun berat, komitmen harus dipegang erat agar langkah kearah tercapainya tujuan tidak “ngepot” atau bahkan berbalik arah. Komitmen itu pula yang mendasari banyak orang sukses baik di dunia bisnis, ilmiah, sosial, agama, dan sebagainya.

Apa itu komitmen? Komitmen adalah dedikasi yang mengikat seseorang untuk melakukan sesuatu. Orang melakukan sesuatu dengan dorongan dari dalam, secara sukarela, dan terus dijalani tanpa paksaan orang lain. Orang yang menjaga komitmen memiliki konsistensi dalam melakukan suatu hal. Dengan komitmen yang tinggi, ia akan tetap melakukan sesuatu meski halangan dan rintangan dihadapi.

Banyak kisah yang menunjukkan betapa dengan komitmen yang tinggi dan konsistensi yang kuat, seseorang dapat melakukan sesuatu yang kadang-kadang di luar kewajaran. Mungkin kita pernah mendengar seorang nenek pemulung yang dapat menjalankan ibadah kurban, meskipun untuk makan sehari-hari ia harus bekerja keras. Kita juga pernah mendengar kisah seorang kakek tukang becak yang naik haji, karena komitmen dan konsistensinya dalam menabung setelah sekian puluh tahun.

Alam telah memberikan contoh betapa komitmen dan konsistensi dapat menunjukkan perubahan yang luar biasa akan sesuatu. Tetesan air yang terus menerus terjadi, dapat melubangi batu. Atau semut yang setiap hari mengumpulkan bahan sehingga mereka dapat membuat sebuah istana semut yang dapat menampung jutaan warga semuat. Atau tikus yang dapat melubangi dinding karena setiap hari melubangi dinding dengan ujung gigingya meskipun sangat kecil.

Tidak ada sesuatu yang besar kecuali memiliki bagian-bagian yang kecil. Konsistensi kita mengumpulka kata menjadi kalimat, dari kalimat menjadi paragraf, dari paragraf menjadi artikel, dan dari artikel menjadi buku, adalah salah satu hasil dari komitmen dan konsistensi kita. Menulis setiap hari, akan menghasilkan ratusan tulisan dalam satu tahun. Demikian seterusnya.

Bagaimana menjaga komitmen dan konsistensi?

Pertama, motivasi. Setiap orang memiliki motivasi dalam melakukan sesuatu, entah itu dari dalam atau dari luar. Hanya saja, motivasi dari dalam akan bertahan lebih lama dari sekedar motivasi dari luar. Motivasi dari dalam menghasilkan gairah untuk meraih cita-cita. Oleh karena itu, motivasi itu harus kita kuatkan.

Kedua, cinta. Kecintaan kita terhadap sesuatu, membuat kita tidak mau jauh dari sesuatu itu. Kecintaan terhadap dunia menulis, membuat kita tidak beranjak dari dunia menulis juga. Seringkali kita mencintai dunia menulis, tapi sulit merawat cinta kita. Mengapa, mungkin karena kita telah “mendua” atau bahkan telah jatuh hati pada yang lain.

Ketiga, fokus. Fokus akan tujuan dan cita-cita, membuat kita kuat dalam menjaga komitmen dan konsistensi kita. Tujuan besar harus kita breakdown menjadi target-target jangka pendek, sehingga kita dapat mengevaluasi capaian kita pada setiap rentang waktu. Anak tangga perlu kita lalui tahap demi tahap, namun tetap menuju titik target yang pasti. Menulis beberapa paragraf tiap hari itu seperti menaiki satu anak tangga, meskipun hanya satu kalau kita terus melakukannya, yakinlah kita akan sampai pada puncak yang kita tuju.

Keempat, manajemen waktu. Kayaknya mudah, tetapi ternyata ini yang paling sulit. Waktu kita tetap, aktivitas kita variatif. Oleh karena itu, memanage-nya sebaik mungkin, akan menyisakan sedikit kesempatan untuk menjaga komitmen dan konsistensi kita.