Archives May 2021

Sejarah Singkat

Sekolah Dasar Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon Kecamatan Sumbergempol berdiri sejak tahun 2002. Yayasan yang menaungi lembaga ini adalah Yayasan Pendidikan dan Dakwah “Bayanul Azhar” yang didirikan sejak tahun 1998. Semula, Yayasan Pendidikan dan Dakwah “Bayanul Azhar” mendirikan Taman Kanak-kanak dengan nama Taman Kanak-kanak Islam “Al Azhar”.  TK Islam “Al Azhar” didirikan tahun 1998 dengan murid pertama hanya 9 orang.

Lembaga TK Islam “Al Azhar” dan Yayasan Pendidikan dan Dakwah “Bayanul Azhar” didirikan oleh beberapa tokoh yang sangat kompeten dengan pendidikan Islam, yaitu KH. Gufron Ali dan KH. Mahmud Ali dan beberapa tokoh sepuh lainnya. Beliau-beliau ini kemudian menugaskan pada 2 orang aktivis pendidikan Islam di desa tersebut yaitu Bapak Tajuddin dan Drs. Atim untuk mengelola lembaga taman kanak-kanak dan dibekali tanah wakaf seluas kurang lebih 400 ru. Di tanah itulah dulunya didirikan bangunan taman kanak-kanak yang pertama, dengan luas gedung hanya 4 x 6 meter, dengan atap bekas bangunan rumah penduduk yang telah tidak terpakai.

Berkat komitmen yang kuat dan kerja keras dari para guru dan pengurus yayasan, dari tahun ke tahun jumlah siswa taman kanak-kanak senantiasa bertambah. Bertambahnya jumlah siswa adalah berkah dan hasil kerja keras tetapi menyisakan pekerjaan berat yaitu kurangnya sarana dan prasarana terutama gedung sekolah. Oleh karena itu, para pengurus yayasan bekerja keras mencari bantuan dari berbagai pihak untuk pembangunan gedung sekolah dan fasilitas pendukung lainnya.

Pada tahun 2002, Yayasan Pendidikan dan Dakwah “Bayanul Azhar” mendirikan SD Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon Kecamatan Sumbergempol dengan siswa pertama sejumlah 9 orang juga. Meskipun jumlah siswa taman kanak-kanak cukup banyak, tetapi tidak semua orang tua bersedia menyekolahkan anak mereka di sekolah yang baru berdiri. Kembali para guru dan pengurus yayasan harus bekerja keras untuk mengelola dan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah.

Saat ini, SD Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon telah meluluskan sebanyak 7 angkatan. Ratusan siswa telah meninggalkan SD Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada tahun ajaran 2017/2018 yang lalu, jumlah siswa SD Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon mencapai 364 orang, dibagi menjadi 17 rombongan belajar (rombel). Pada saat penulis melakukan wawancara dengan kepala SD Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon, di sekolah ini sedang di adakan penerimaan siswa baru dan sampai ditutupnya penerimaan siswa baru SD Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon mendapatkan 68 siswa, yang datang dari berbagai desa di Kecamatan Sumbergempol, Ngunut dan Kalidawir.

Sekolah Ramadhan

Tujuan dilaksanakannya puasa Ramadhan adalah agar orang-orang beriman meningkat derajatnya menjadi orang yang bertakwa. Dalam Surah Al Baqarah ayat 183 Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Pertanyaannya adalah apakah setiap orang yang berpuasa dapat meraih derajat takwa?

Inilah yang kemudian harus menjadi bahan refleksi dan review kita. Penilaian utama dari puasa kita tentu saja miliki Allah Swt. Bukan kita pula yang bisa menilainya. Tapi, paling tidak apakah puasa kita sudah “sah” secara syariat? Jika sudah sah, apakah puasa kita termasuk golongan puasa aam, khowas, atau khowasul khowas? Wallahu a’lam.

Paling tidak kita semua tahu bahwa Ramadhan merupakan satu sekolah atau madrasah tempat kita memperbaiki diri. Umumnya, ibadah kita meningkat drastis pada bulan ini. Sementara ketakutan kita untuk melanggar syariat atau mengerjakan maksiat juga semakin berkurang. Ketika ada teman yang mengajak kita “nyrempet-nyrempet” maksiat saja, kita akan mengatakan, “Jangan-jangan, kita kan puasa!”

Ramadhan maksimal hanya 30 hari. Tetapi masih banyak hari-hari yang insya Allah akan kita lalui. Ramadhan ini telah menjaga kita, mendampingi kita, dan mengajak kita menjadi orang baik. Tetapi setelah Ramadhan berlalu, tetapkah kita menjadi baik? Apakah kita tetap akan suka berlama-lama membaca Qur’an, atau tetap bersemangat bersedekah untuk membantu sesama, atau begitu bergairah mengikuti kegiatan ta’lim.

Jika kita tetap bisa mempertahankan kondisi itu, ini berarti bahwa ujian kita lulus. Kita telah di training selama satu bulan oleh Ramadhan, dan kita telah menjadi lebih baik karenanya. Tetapi sebaliknya, jika kita kembali lagi menjadi kita yang dulu, yang malas sholat malam, jarang “nderes” al Qur’an, ogah-ogahan ke masjid, pelit dalam bersedekah, dan sebagainya, maka itu berarti kita hanya memanfaatkan Ramadhan sebagai “bulan diskon” dan “bulan panen pahala”. Terus, ya ndak nyambung-nyambung amat dengan tujuan puasa Ramadhan sebagaimana disebutkan di atas.

Mempertahankan Ramadhan

Waktu terus berlalu. Ramadhan juga akan berlalu, berganti dengan bulan Syawal. Berbagai fasilitas dan keistimewaan bulan ini akan lepas dari jangkauan kita. Kita akan kembali dalam kondisi normal, sebagaimana bulan-bulan selain Ramadhan.

Namun, value Ramadhan tetap dapat dipertahankan. Gairah beribadah dan romantisme kedekatan hubungan kita dengan Allah Swt tetap dapat kita lakukan. Caranya, ya dengan melanggengkan ibadah-ibadah yang sering kita lakukan dalam bulan Ramadhan sesuai kemampuan kita. Kita lanjutkan romantisme hubungan kita dengan sang Khalik dengan tetap membaca al Quran, melanggengkan sholat malam, memperbanyak sedekah, bahkan dengan melanjutkannya dengan puasa sunnah. Ibadah-ibadah itu adalah ibadah istimewa yang bisa meningkatkan grade kita dihadapan Allah Swt. (ans)